Showing posts with label Nature. Show all posts
Showing posts with label Nature. Show all posts

Tuesday, February 22, 2011

Berezka – Russia's tree of life-A symbol of Russian Nature and Russian Beauty




If you see a Russian tenderly hugging a birch, do not be worried; there is no need to call an ambulance. Sometimes a tree can be much more healing than the best doctors.
A symbol of Russian nature and Russian beauty, the birch tree (“bereza” or “berezka” in Russian) has a very special place in the country’s culture.
The tree was once worshipped as a goddess. It was believed to ward off evil spirits and make wishes come true. Tributes to the birch are found in Russian art, songs, poems and folk tales. Ancient Slavs used its bark to make everything from writing paper to footwear, and birch bark crafts are one of Russia’s biggest traditions.
“Traditional birch footwear is something people used to wear every day. And many still use these shoes at home,” Tatyana Oleinik, from the All Russian Museum of Decorative and Folk Arts, told RT. “Birch bark was also used for making toys and musical instruments.”
No wonder that when in 1948 a new Russian dance group was created, Berezka happened to be the first name that came to organizers’ minds.
The name proved a success. Since the 1940s, Berezka has dazzled audiences around the globe. For over six decades, each of its performances has begun with a special dance, featuring birch tree branches and the group’s trademark step – so smooth that the girls seem to float.
“Since the very first time this dance was performed, the audience has always fallen under its charm – not only because of our trademark step, but because this dance captures the very spirit of Russian beauty, of Russian women,” Mira Koltsova, artistic director of the Berezka state academic dance company, told RT.
However, Russians’ love for birch is not just about art. For centuries, berezka has been famed for its healing qualities.
Just strolling in a birch grove is thought to help you stay happy and healthy, and touching a birch tree is believed to restore emotional balance and reduce stress levels. So those of us living in the hustle and bustle of big cities might be in need of a lot of birch-tree hugging – or drinking of birch tree juice.
“We have an advertisement that says we offer freshly squeezed birch tree juice,” the chef of the Expedition restaurant, Aleksandr Gavrilychev, told RT. “A lot of people were baffled by this. Of course we did it for fun. But you know, those who live in big cities often forget that there’s nature out there – so we try to remind them of it!”
If you’re up for some outdoor thrills, here is how to tap yourself a glass out in the wild.
“First you pick a place where you’re going to drill, place your bottle, then you drill a hole – and the juice will now start to leak,” birch tree juice fan Ivan Koren told RT. “This way of gathering juice doesn’t harm the tree. Some people use an axe, but that’s very bad, whereas a small hole like this can be easily healed. You plug it with a piece of wood, then cover it with some earth – and next year there won’t even be a trace left!”
The tapping season only lasts for a few weeks, before the leaves come out in early spring – after that the sap stops leaking.

source : http://rt.com/news

Friday, November 19, 2010

Siapa SihPenyumbang Oksigen Terbesar untuk Bumi Kita?

Sudah baca pertanyaan di atas gan? nah kalau udah dibaca, silakan dijawab..
Siapa sih yang rela-rela memberikan Oksigen bagi manusia..berjasa banget kan?

Kalau agan jawab : Pohon..
Jawabannya: sory gan..masih salah..pohon adalah salah satu penyumbang oksigen, akan tetapi hanya sebesar 20% untuk bumi. pohon berguna untuk mitigasi (mengurangi) karbondioksida yang ada di bumi. jadi untuk mengurangi dampak pemanasan global, tanamlah pohon agar CO2 nya dapat dimanfaatkan oleh pohon. karena nilai wajar dari CO2 adalah 0,1% di bumi ini, tetapi tahun 2010 ini kadar CO2 di atmosfer bumi sudah mencapai 0,3% gan!!

Jadi Jawaban Yang Benar adalah :
agan tau siapa itu?
yap jawabannya adalah Plankton. Khususnya adalah Fitoplankton

Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.

Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.

Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu.

Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus.

Plankton adalah organisme yang menyumbang 80% kebutuhan oksigen yang ada di bumi ini. dengan kemampuannya berespisari menghasilkan gelembung-gelembun oksigen yang terdapat di dalam laut, oksigen tersebut terlepas ke udara dan menjadi gas yang bisa kita nikmati sekarang

Para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan plankton secara tidak langsung dapat membuat awan yang dapat menahan sebagian sinar matahari yang merugikan. Sehingga plankton bisa membantu memperlambat proses pemanasan bumi.

Dierdre Toole dari Institusi Oceanografi Woods Hole (WHOI) dan David Siegel dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB) adalah dua peneliti itu.

Penelitian yang dibiayai oleh NASA tersebut mengungkapkan ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan perbedaan suhu yang cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya. Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah dan tidak saling tercampur.

Plankton hidup di lapisan atas, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton terdapat lebih banyak di lapisan bawah laut. Karenanya, plankton mengalami malnutrisi.

Akibat kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya.

Karena rentan terhadap sinar ultraviolet, plankton mencoba melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethylsulfoniopropionate (DMSP) yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka.

Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat dimethylsulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara.

Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur. Komponen sulfur DMS itu kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan membentuk awan.

Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awan. Awan yang terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet.

Proses ini sebenarnya telah beberapa tahun dipelajari di laboratorium oleh para ilmuwan, namun proses alamiahnya baru kali ini dapat dipelajari.

Awan yang disebabkan oleh plankton ini, dipercaya dapat memperlambat proses pemanasan bumi, serta memiliki efek besar tehadap iklim bumi. Namun, untuk membuktikan hal tersebut, masih harus dilakukan penelitian lanjutan yang seksama..

Penelitian yang dilakukan di Laut Sargasso, lepas pantai Bermuda ini juga menemukan secara mengejutkan bahwa partikel DMS ini dapat terurai dengan sendirinya di udara setelah tiga sampai lima hari saja. Padahal, karbondioksida di udara, dapat bertahan hingga berpuluh-puluh tahun.

Karena penguraian alamiah DMS sangat cepat, DMS tidak akan menimbulkan efek rumah kaca, tidak seperti karbondioksida.

sumber: kaskus